Internasional . 13/03/2026, 17:00 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dalam eskalasi terbaru di perbatasan utara Israel, puluhan drone milik Hezbollah dilaporkan menyerang wilayah Israel secara bersamaan.
Beberapa drone bahkan berhasil memasuki wilayah udara komunitas sipil seperti Kiryat Shemona dan Kibbutz Dafna. Menurut laporan operasional dari wilayah tersebut, beberapa target udara akhirnya dihancurkan bukan oleh sistem laser Iron Beam, melainkan oleh:
helikopter militer Israel
tembakan senjata ringan dari darat
Langkah ini dilakukan sebagai pertahanan terakhir ketika drone berhasil mendekati wilayah berpenduduk.
Keberhasilan drone menembus pertahanan ini menunjukkan bahwa bahkan sistem pertahanan udara paling canggih pun masih menghadapi tantangan besar dalam menghadapi ancaman drone modern.
Salah satu faktor penting yang disebut para analis adalah jumlah unit Iron Beam yang masih terbatas di wilayah utara Israel.
Karena teknologi ini relatif baru, penyebarannya di lapangan masih dalam tahap awal. Akibatnya, kontribusi sistem laser tersebut dalam operasi militer terbaru dinilai masih cukup kecil dibandingkan sistem pertahanan lainnya.
Otoritas pertahanan Israel juga belum mengungkap secara detail mengenai:
lokasi penempatan Iron Beam
jumlah unit yang telah aktif
kinerja sistem selama serangan terbaru
Militer Israel diketahui menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait performa sistem tersebut karena alasan keamanan.
Keterbukaan informasi yang terlalu luas dikhawatirkan bisa mengungkap celah dalam sistem pertahanan udara Israel yang dapat dimanfaatkan pihak lawan.
Meski terlihat futuristik, senjata laser memiliki sejumlah keterbatasan teknis yang cukup signifikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media