Sebagai langkah awal, satgas yang dipimpin Hashim akan menjalankan tiga proyek percontohan. Salah satu lokasi yang telah dipastikan adalah Way Kambas National Park.
Kawasan konservasi tersebut dikenal sebagai habitat gajah Sumatra sekaligus destinasi wisata alam yang cukup populer.
Selain Way Kambas, pemerintah juga mempertimbangkan beberapa lokasi lain untuk dijadikan proyek percobaan. Salah satunya adalah kawasan Mount Rinjani, yang terkenal dengan keindahan alamnya.
Menurut Raja Juli, potensi wisata di Rinjani sebenarnya sangat besar, namun pengelolaannya masih belum maksimal.
Selain masalah pendanaan, pemerintah juga menyoroti konflik antara manusia dan satwa liar yang sering terjadi di sekitar taman nasional.
Salah satu contoh kasus yang cukup lama terjadi adalah konflik antara warga dan gajah di kawasan Way Kambas.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah sedang menyiapkan sistem perlindungan kawasan.
Langkah yang direncanakan antara lain pembangunan tanggul serta pagar baja di beberapa titik perbatasan taman nasional.
Kebijakan ini dirancang setelah pemerintah mempelajari pengalaman pengelolaan taman nasional di beberapa negara lain seperti Afrika dan India.
“Sekarang masih dalam tahap uji coba dan kajian mendalam agar solusi yang diterapkan benar-benar efektif,” kata Raja Juli.
Taman Nasional Indonesia Berkelas Dunia
Melalui pembentukan satgas ini, pemerintah berharap pengelolaan taman nasional di Indonesia dapat mengalami perubahan besar.
Selain menjaga kelestarian alam, kawasan konservasi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan model pengelolaan yang lebih inovatif, taman nasional Indonesia ditargetkan dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata kelas dunia.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.