fin.co.id - Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan lebih lanjut, setelah pemimpin baru Republik Islam itu memberi sinyal pembangkangan dan mengisyaratkan tidak akan ada pelonggaran kondisi di Selat Hormuz.
“Kita memiliki kekuatan tembak yang tak tertandingi, amunisi tak terbatas, dan banyak waktu,” kata Trump di Truth Social, Jumat, 13 Maret 2026.
Meski sesumbar bisa terus melancarkan serangan ke Iran, namun sesungguhnya tekanan di dalam negeri pada Trump semakin meningkat.
Penyebabnya, kekacauan yang disebabkan perang di seluruh Timur Tengah dan dengan harga minyak yang naik di atas USD100 per barel karena penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran.
Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan, Republik Islam akan berupaya memastikan selat tersebut tetap tertutup secara efektif.
Dalam komentar publik pertamanya sejak menggantikan ayahnya, ia juga mengatakan Teheran akan berupaya membuka front lain dalam perang yang kini memasuki hari ke-14, jika AS dan Israel terus melanjutkan serangan mereka.
Pertempuran tersebut telah menyebabkan jalur air—yang dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam dunia—hampir lumpuh. Kekhawatiran akan perang yang berkepanjangan membebani pasar saham dan mata uang di Asia.
Iran kemungkinan telah mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, kata Menteri Pertahanan Inggris John Healey kepada wartawan pada hari Kamis. Wakil menteri luar negeri Iran membantah bahwa negaranya melakukan hal itu, menurut AFP.
Meskipun demikian, belum ada tanda-tanda bahwa Hormuz akan segera dibuka kembali untuk lalu lintas normal.
Tiga kapal komersial dihantam di Teluk Arab dalam dua hari terakhir, menyoroti risiko bahwa gangguan maritim terhadap transportasi semakin meluas.
Pemblokiran Selat Hormuz telah mengganggu pasokan jutaan barel per hari dan menyebabkan apa yang digambarkan oleh Badan Energi Internasional sebagai pukulan terbesar terhadap produksi global yang pernah tercatat.
Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab semuanya harus mengurangi produksi minyak mentah mereka.