Nasional . 14/03/2026, 19:58 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Presiden meminta para menteri dan pimpinan lembaga untuk membahas berbagai opsi kebijakan efisiensi energi secara komprehensif.
Tujuannya adalah memastikan pemerintah memiliki skenario yang siap diterapkan jika situasi global semakin memburuk.
“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” ujar Prabowo.
Langkah antisipatif tersebut juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat jika terjadi gejolak harga energi dunia.
Pola kerja dari rumah dinilai memiliki sejumlah keuntungan dalam situasi krisis energi, antara lain:
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan transportasi umum
Menekan kemacetan di kota-kota besar
Mengurangi konsumsi BBM nasional
Meningkatkan efisiensi kerja berbasis digital
Selain itu, kebijakan ini juga dapat mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan dan dunia usaha.
Namun, pemerintah tetap perlu mengkaji dampaknya terhadap produktivitas dan aktivitas ekonomi secara menyeluruh. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media