Prabowo Kaji WFH dan Pengurangan Hari Kerja Jika Krisis BBM Terjadi
Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih untuk menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi krisis energi global yang berdampak pada pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario Antisipasi
Presiden meminta para menteri dan pimpinan lembaga untuk membahas berbagai opsi kebijakan efisiensi energi secara komprehensif.
Tujuannya adalah memastikan pemerintah memiliki skenario yang siap diterapkan jika situasi global semakin memburuk.
“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” ujar Prabowo.
Baca Juga
Langkah antisipatif tersebut juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat jika terjadi gejolak harga energi dunia.
WFH Dinilai Bisa Tekan Konsumsi Energi
Pola kerja dari rumah dinilai memiliki sejumlah keuntungan dalam situasi krisis energi, antara lain:
-
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan transportasi umum
-
Menekan kemacetan di kota-kota besar
-
Mengurangi konsumsi BBM nasional
-
Meningkatkan efisiensi kerja berbasis digital
Selain itu, kebijakan ini juga dapat mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan dan dunia usaha.
Namun, pemerintah tetap perlu mengkaji dampaknya terhadap produktivitas dan aktivitas ekonomi secara menyeluruh. (*)