“Kita harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Artinya, kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman,” tegas Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa sikap waspada dan persiapan skenario mitigasi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
WFH dan Pengurangan Hari Kerja Jadi Opsi
Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan pemerintah adalah penerapan Work From Home (WFH) secara luas, baik untuk sektor pemerintah maupun swasta.
Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan pengurangan jumlah hari kerja dalam satu minggu.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang berdampak pada penurunan konsumsi BBM, khususnya dari sektor transportasi.
Prabowo menilai langkah tersebut pernah terbukti efektif saat masa pandemi COVID-19, ketika aktivitas kerja jarak jauh berhasil menekan mobilitas dan konsumsi energi.
“Dulu kita atasi Covid dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” kata Prabowo.
Belajar dari Kebijakan Pakistan
Dalam rapat tersebut, Presiden juga menyinggung contoh kebijakan penghematan energi yang diterapkan oleh Pakistan saat menghadapi potensi krisis energi.
Pemerintah Pakistan diketahui menerapkan berbagai kebijakan penghematan yang cukup ketat, di antaranya:
-
Penerapan WFH hingga 50 persen bagi pekerja kantor
-
Pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam seminggu
-
Pemotongan gaji pejabat negara
-
Pembatasan penggunaan kendaraan pemerintah
-
Penghentian belanja negara yang tidak mendesak
Namun demikian, Prabowo menegaskan bahwa contoh tersebut bukan berarti akan langsung diterapkan di Indonesia, melainkan menjadi bahan kajian bagi pemerintah.