Nasional . 15/03/2026, 13:05 WIB

Resmi! Ini Penetapan Tanggal Lebaran 2026 Menurut Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

  • Ketinggian hilal minimal 3 derajat
  • Elongasi minimal 6,4 derajat

Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal pada tanggal tersebut diperkirakan masih berada di bawah batas tersebut, sehingga kemungkinan besar 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026.

Metode Penetapan Lebaran Versi NU

Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung bulan sabit pertama setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan.

Karena menggunakan metode rukyat, penetapan Lebaran oleh NU biasanya mengikuti hasil pengamatan hilal yang kemudian diputuskan bersama melalui sidang isbat pemerintah.

Jika merujuk pada prediksi astronomi saat ini, kemungkinan Lebaran versi NU juga akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Perbedaan metode penentuan awal Syawal antara hisab dan rukyat bukanlah hal baru di Indonesia. Hal tersebut merupakan bagian dari dinamika keilmuan dalam tradisi Islam.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi sidang isbat serta menyikapi kemungkinan perbedaan dengan sikap saling menghormati.

“Jika ada perbedaan, kedepankan sikap toleransi dan persatuan umat,” ujar Arsad Hidayat.

Sidang isbat pada 19 Maret 2026 akan menjadi penentu resmi kapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dirayakan oleh umat Islam di Indonesia.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com