Nasional . 16/03/2026, 14:14 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Indonesia diprediksi kembali mengalami perbedaan antara organisasi Islam dan pemerintah.
Berdasarkan sejumlah perhitungan astronomi dan data hilal, ada kemungkinan Muhammadiyah dan pemerintah menetapkan tanggal Idulfitri yang berbeda.
Perbedaan ini berkaitan dengan metode penentuan awal bulan Syawal yang digunakan oleh masing-masing pihak.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sementara pemerintah bersama sejumlah organisasi Islam lain seperti Nahdlatul Ulama mengombinasikan metode hisab dan rukyatul hilal.
Data terbaru yang dirilis oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menunjukkan bahwa posisi hilal pada akhir Ramadan 1447 H belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang disepakati.
Akibatnya, ada potensi bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Hari Raya Idulfitri kemungkinan jatuh pada 21 Maret 2026.
Dilansir dari laman resmi NU, LF PBNU merilis data posisi hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah.
Berdasarkan perhitungan astronomi tersebut, 29 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Pada hari itu, hilal memang sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, tetapi posisinya belum memenuhi syarat kriteria imkanur rukyah atau kemungkinan hilal dapat terlihat.
Kriteria imkanur rukyah sendiri digunakan sebagai standar dalam menentukan apakah hilal berpotensi terlihat atau tidak pada saat pengamatan.
Dalam data tersebut disebutkan bahwa:
Tinggi hilal tertinggi terjadi di Kota Sabang, Aceh
Tinggi hilal mar’ie mencapai 2 derajat 53 menit
Elongasi hilal haqiqy mencapai 6 derajat 09 menit
Lama hilal berada di atas ufuk sekitar 14 menit 44 detik
Sementara itu, posisi hilal terendah tercatat di wilayah paling timur Indonesia.
Merauke, Papua Selatan
Tinggi hilal mar’ie sekitar 0 derajat 49 menit
Elongasi hilal haqiqy sekitar 4 derajat 36 menit
Lama hilal hanya sekitar 6 menit 36 detik
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media