Nasional . 16/03/2026, 14:14 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Metode ini menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu jika bulan sudah berada di atas ufuk setelah ijtimak, maka bulan baru dianggap telah masuk.
Metode ini mengombinasikan perhitungan astronomi dengan pengamatan langsung hilal.
Metode ini digunakan oleh pemerintah bersama Nahdlatul Ulama dan sejumlah organisasi Islam lainnya.
Karena kriteria visibilitas hilal berbeda, hasil penentuan awal bulan terkadang tidak selalu sama.
Perbedaan tanggal perayaan Idulfitri sering kali terjadi di Indonesia. Meski demikian, para tokoh agama selalu mengimbau masyarakat untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak dan saling menghormati.
Perbedaan metode penentuan awal bulan merupakan bagian dari khazanah keilmuan dalam Islam, sehingga tidak perlu menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
Yang terpenting, umat Islam tetap bisa menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan penuh kebersamaan dan saling menghargai.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media