Nasional . 16/03/2026, 14:14 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Adapun kepastian awal Syawal 1447 H menunggu hasil rukyah yang diumumkan LF PBNU dan hasil sidang isbat yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama.”
Sidang isbat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.
Berbeda dengan pemerintah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan tanggal Idulfitri.
Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, organisasi ini menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan ini berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni metode astronomi yang menentukan awal bulan Hijriah berdasarkan posisi bulan setelah terjadi konjungsi atau ijtimak.
Dalam Maklumat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah disebutkan bahwa:
Ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01.23 UTC
Setelah peristiwa tersebut, terdapat wilayah di Bumi yang telah memenuhi parameter kalender hijriah global, yaitu:
Ketinggian bulan lebih dari 5 derajat
Elongasi minimal 8 derajat
Dengan parameter tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.
Perbedaan tanggal Lebaran di Indonesia bukanlah hal baru. Hal ini biasanya terjadi karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Secara umum terdapat dua metode utama yang digunakan:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media