Nasional . 16/03/2026, 20:46 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
fin.co.id - Menjelang perayaan Idulfitri, umat Islam di berbagai daerah biasanya mengumandangkan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Tradisi ini dikenal sebagai malam takbiran, yang dimulai sejak malam 1 Syawal setelah berakhirnya bulan Ramadan.
Mengucapkan takbir bukan sekadar kebiasaan yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam ajaran Islam, amalan ini memiliki dasar syariat yang dianjurkan untuk dilakukan.
Al-Qur’an menyebutkan pentingnya mengagungkan Allah setelah umat Islam menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
“Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya agar kamu bersyukur.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat tersebut menjadi landasan anjuran untuk memperbanyak takbir sebagai ungkapan syukur setelah menyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh.
Takbir Idulfitri biasanya mulai dikumandangkan sejak malam 1 Syawal hingga imam memulai salat Id dengan takbiratul ihram.
Selama rentang waktu tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Takbir dapat dibaca di berbagai tempat, baik di rumah, di masjid, maupun ketika berkumpul bersama keluarga dan masyarakat.
Menurut penjelasan yang banyak dikutip dari literatur keislaman seperti yang dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarhul Muhadzdzab, takbir dalam perayaan Idulfitri terbagi menjadi dua jenis.
Takbir muqayyad adalah takbir yang dianjurkan dibaca setelah selesai melaksanakan salat, baik salat wajib maupun salat sunnah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media