Salah satu poin yang menjadi perhatian parlemen Italia adalah keterlibatan perusahaan swasta pembuat kapal selam mini, yakni Drass Galeazzi.
Dalam surat dari Kementerian Pertahanan Indonesia, terdapat bagian yang berjudul “Fasilitasi Pembayaran”.
Isi dokumen tersebut menjelaskan kemungkinan penunjukan Drass Galeazzi sebagai entitas yang menerima kompensasi apabila pembayaran langsung antara kementerian pertahanan kedua negara tidak memungkinkan.
Surat itu juga menyebutkan bahwa nilai kompensasi dari transfer kapal induk Garibaldi akan dikreditkan ke rekening mitra yang ditunjuk.
Hal ini memicu kecurigaan di kalangan oposisi Italia, terlebih perusahaan Drass diketahui memiliki hubungan politik dengan partai yang berkuasa.
Terkait Donasi Politik ke Partai Giorgia Meloni
Menurut laporan media Italia lainnya, Il Domani, perusahaan Drass sebelumnya pernah memberikan donasi kepada partai politik Fratelli d'Italia.
Partai tersebut dipimpin oleh Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.
Donasi yang diberikan antara lain:
-
10.000 euro pada 2022
-
7.500 euro pada periode 2019–2020
Kaitan inilah yang membuat oposisi semakin kritis terhadap kebijakan hibah kapal induk kepada Indonesia.
Oposisi Italia Tunda Pemungutan Suara
Karena belum puas dengan penjelasan pemerintah, pihak oposisi akhirnya meminta penundaan pemungutan suara terkait hibah kapal induk tersebut.
Mereka juga mendesak agar Menteri Pertahanan Guido Crosetto datang langsung ke parlemen untuk memberikan penjelasan detail.
Oposisi menegaskan bahwa persetujuan parlemen bukan sekadar formalitas.