Operasi True Promise 4 Memanas, Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil ke Israel

news.fin.co.id - 16/03/2026, 11:52 WIB

Operasi True Promise 4 Memanas, Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil ke Israel

IRGC Iran luncurkan rudal strategis Sejjil untuk pertama kalinya ke Israel dalam Operasi Janji Sejati 4.Foto:TNA

fin.co.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang kian mencekam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang serangan rudal ke-54 terhadap target-target strategis di wilayah Israel pada Minggu 15 Maret 2026.

Dalam serangan yang bertajuk Operasi Janji Sejati 4 (Operation True Promise 4) tersebut, militer Iran untuk pertama kalinya mengerahkan rudal strategis berbahan bakar padat, Sejjil.

Penggunaan rudal ini menjadi sorotan dunia internasional karena Sejjil memiliki kemampuan jangkauan jauh dan akurasi tinggi yang dirancang untuk menembus pertahanan udara ketat.

Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menyatakan bahwa rudal Sejjil secara spesifik menargetkan pusat manajemen dan pengambilan keputusan yang mengendalikan operasi udara Israel.

Advertisement

Selain Sejjil, Teheran juga meluncurkan rudal super berat Khorramshahr yang membawa hulu ledak seberat dua ton, serta rudal jenis Khaybar-shekan, Qadr, dan Emad.

Pihak militer Iran mengeklaim bahwa serangan tersebut berhasil menghantam infrastruktur kunci industri pertahanan serta titik-titik konsentrasi pasukan militer di jantung wilayah pendudukan. Operasi ini merupakan respons balasan atas kampanye militer skala besar yang bermula sejak akhir Februari lalu.

Konflik terbuka ini memanas pasca-peristiwa pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei beserta sejumlah komandan militer senior pada 28 Februari 2026.

Sejak saat itu, wilayah udara Iran menjadi sasaran serangan udara masif yang menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil maupun militer.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan masih dalam ketegangan tinggi. Militer Iran menegaskan akan terus melakukan operasi balasan menggunakan gelombang rudal dan pesawat tak berawak (drone) untuk menyasar posisi Amerika Serikat dan Israel di kawasan sebagai bentuk perlindungan kedaulatan negara.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID