Baghdad Terus Lobi Teheran, Targetnya: Kapal Tanker Irak Bisa Lewati Selat Hormuz

news.fin.co.id - 17/03/2026, 21:22 WIB

Baghdad Terus Lobi Teheran, Targetnya: Kapal Tanker Irak Bisa Lewati Selat Hormuz

Spanyol menolak terlibat dalam misi militer NATO di Selat Hormuz.

fin.co.id - Sebagai satu-satunya jalur laut dari Teluk Persia ke laut lepas, Selat Hormuz merupakan salah satu titik strategis paling penting di dunia.

Karenanya, ketika Iran memblokade selat tersebut sebagai dampak perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, arus lalu lintas kapal tanker pun terganggu.

Salah satu negara produsen minyak yang terganggu adalah Irak. Untuk itu, negara tetangga Iran tersebut rutin melakukan lobi pada Teheran agar kapal tanker Irak bisa melintasi selat Hormuz.

"Baghdad sedang berdialog dengan Iran tentang mengizinkan beberapa kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz," kata Menteri Perminyakan Irak, Hayan Abdel-Ghani, Selasa, 17 Maret 2026.

Advertisement

Dilaporkan, Irak berupaya mengurangi gangguan ekspor minyak mentah setelah serangan baru-baru ini terhadap kapal tanker di perairannya sendiri.

"Irak juga berupaya memulihkan jalur pipa yang tidak digunakan yang memungkinkan minyak dipompa langsung ke pelabuhan Ceyhan di Turki tanpa melewati wilayah Kurdistan," lanjut Abdel-Ghani.

"Irak akan menyelesaikan inspeksi bagian jalur pipa sepanjang 100 km dalam waktu seminggu untuk memungkinkan ekspor langsung dari Kirkuk," tambahnya.

Pembukaan kembali jalur pipa Kirkuk-Ceyhan, yang telah ditutup selama lebih dari satu dekade, akan menawarkan rute ekspor alternatif pada saat pengiriman melalui Selat Hormuz yang strategis sangat terganggu oleh konflik di Timur Tengah.

Ekspor melalui pipa sepanjang 960 km, yang dulunya menangani sekitar 0,5 persen pasokan global, dihentikan pada tahun 2014 setelah serangan berulang kali oleh militan ISIS.

Kementerian perminyakan Irak mengatakan, ekspor melalui jalur tersebut awalnya dapat mencapai sekitar 250.000 barel per hari, meningkat menjadi sekitar 450.000 barel per hari jika termasuk minyak mentah dari ladang di wilayah Kurdistan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID