Internasional . 17/03/2026, 14:55 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Abbas Araghchi sendiri mengakui bahwa banyak kapal memilih menghindari Selat Hormuz karena faktor keamanan.
Namun, beberapa kapal masih berhasil melintas. Dua kapal tanker India yang membawa LPG dilaporkan melewati jalur tersebut dengan aman.
Meski begitu, risiko tetap tinggi.
Menurut laporan Associated Press, setidaknya 16 kapal telah diserang di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026.
Fakta ini menunjukkan bahwa:
Jalur pelayaran tidak sepenuhnya aman
Ancaman militer masih tinggi
Ketegangan bisa meningkat sewaktu-waktu
Situasi di Selat Hormuz bukan hanya masalah regional, tetapi berdampak global.
Beberapa dampak yang mulai terasa:
Kenaikan harga energi
Inflasi global meningkat
Gangguan rantai pasok
Ketidakpastian pasar keuangan
Negara-negara yang bergantung pada impor energi menjadi pihak yang paling rentan terdampak. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media