Beliau didampingi oleh jajaran penting dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta–Jawa Barat, yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga.
Turut serta pula perwakilan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), lembaga yang memiliki peran vital dalam regulasi jalan tol di Indonesia.
Dari pihak Jasa Marga Group, hadir pula Direktur Layanan Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Yaya Ruhiya, dan Direktur Operasional PT Jasamarga Transjawa Tol, Pratomo Bimawan Putra.
Kehadiran para petinggi ini menegaskan betapa pentingnya kelancaran arus mudik Idulfitri bagi mobilitas jutaan masyarakat Indonesia.
Direktur Operasional PT Jasamarga Transjawa Tol, Pratomo Bimawan Putra, yang akrab disapa Bima, membeberkan strategi konkret JTT dalam menjaga kualitas jalan tol.
Menurut Bima, JTT menerapkan program pemeliharaan rutin yang konsisten.
Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas perkerasan jalan agar tetap berada pada performa optimal.
“Sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, JTT menyiagakan 35 tim patching yang tersebar di seluruh ruas Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola perusahaan,” ujar Bima.
Tim khusus ini memiliki tugas krusial: melakukan penanganan cepat terhadap potensi kerusakan perkerasan jalan.
Dengan sigap, mereka memastikan kondisi jalan tetap terjaga dan aman untuk dilalui oleh para pemudik.
Ini adalah investasi jangka panjang untuk pengalaman berkendara yang lebih baik.
JTT Tingkatkan Layanan Rest Area untuk Kenyamanan Pemudik
Lebih dari sekadar menjaga kondisi fisik jalan tol, JTT juga menaruh perhatian besar pada fasilitas pendukung perjalanan.
Peningkatan kualitas layanan di area istirahat atau rest area menjadi prioritas utama.
Terutama menjelang periode mudik Lebaran yang diprediksi akan sangat padat.