Ekonomi . 17/03/2026, 11:20 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Perubahan juga terjadi di tingkat pengawasan. Fifi Aleyda Yahya resmi masuk sebagai komisaris baru, menggantikan Gunawan Hutagalung.
Sementara itu, kursi Komisaris Utama tetap dipegang oleh Muhammad Budi Djatmiko.
Ia didampingi oleh sejumlah komisaris lain seperti:
I Gde Made Kartikajaya
Robben Rico
Fauzi Baadilla
Riden Hatam Aziz
Komposisi ini dinilai cukup kuat karena diisi oleh figur dengan latar belakang ekonomi, strategi, hingga kebijakan publik.
Salah satu alasan kuat di balik reshuffle ini adalah kondisi internal perusahaan yang sebelumnya belum ideal.
Dari kebutuhan enam posisi direksi, PT Pos Indonesia (Persero) sempat hanya diisi oleh tiga orang direksi aktif. Hal ini membuat sejumlah fungsi penting harus dirangkap, sehingga dinilai kurang optimal dalam pengambilan keputusan strategis.
Dengan struktur baru yang lebih lengkap, diharapkan roda organisasi bisa berjalan lebih efektif.
Perombakan ini tidak lepas dari ambisi besar pemerintah untuk menjadikan Pos Indonesia sebagai pemain utama di sektor logistik nasional
Langkah Danantara Asset Management dalam merombak jajaran manajemen PT Pos Indonesia (Persero) tak sekadar pergantian posisi. Ada pesan besar di balik penunjukan Prasabri Pesti sebagai Direktur Transformasi & IT.
Keputusan ini disebut menjadi sinyal kuat bahwa transformasi perusahaan kini menjadi prioritas utama, seiring dengan rencana pembentukan Holding Danantara Logistik.
Di tengah persaingan industri logistik yang makin ketat, Pos Indonesia dituntut untuk bergerak cepat, adaptif, dan berbasis teknologi.
Penempatan posisi Direktur Transformasi & IT bukan tanpa alasan. Posisi ini menjadi kunci dalam mendorong digitalisasi layanan serta integrasi sistem logistik nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media