fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan global setelah melontarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa anggota NATO.
Trump menegaskan bahwa masa depan NATO bisa berada dalam kondisi “sangat buruk” jika sekutu Eropa menolak permintaan Washington untuk membantu mengamankan Selat Hormuz jalur vital distribusi energi dunia.
Menurut Trump, negara-negara Eropa serta Tiongkok merupakan pihak yang paling diuntungkan dari kelancaran distribusi minyak dari kawasan Teluk, berbeda dengan Amerika Serikat yang dinilai tidak terlalu bergantung.
“Sangatlah tepat jika pihak-pihak yang diuntungkan dari selat tersebut membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana,” ujar Trump.
Ia juga menambahkan bahwa jika tidak ada respons atau bahkan penolakan dari sekutu, maka dampaknya bisa serius terhadap hubungan dan masa depan NATO.
Iran Tegas: Selat Hormuz Terbuka, Kecuali untuk Negara ‘Bermusuhan’
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi semua negara, kecuali pihak yang dianggap bermusuhan.
Pernyataan ini menegaskan posisi Teheran yang ingin tetap menjaga jalur perdagangan energi global, namun dengan batasan politik yang jelas.
Ketegangan pun semakin meningkat, terutama setelah adanya respons keras dari militer Iran terhadap pernyataan Trump.
IRGC Tantang Trump Kirim Kapal Perang
Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) tidak tinggal diam.
Seorang juru bicara IRGC secara terbuka menantang Trump untuk membuktikan ucapannya dengan mengirimkan kapal perang ke kawasan Teluk Persia.