Ekonomi . 18/03/2026, 11:48 WIB

Menteri Purbaya Buka Suara Soal Indonesia Mau Beli Rudal BrahMos, Ganggu APBN?

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa rencana pembelian sistem rudal supersonik BrahMos dari India tidak akan mengganggu kondisi keuangan negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di sela kunjungannya di Yogyakarta, Selasa 17 Maret 2026.

Menurutnya, anggaran untuk sektor pertahanan sudah “dikunci” sejak awal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, sehingga pembelian alutsista tidak akan membebani fiskal negara secara mendadak.

Purbaya menjelaskan bahwa seluruh belanja pertahanan, termasuk pengadaan sistem rudal, telah masuk dalam perencanaan anggaran sebelumnya.

Artinya, pemerintah tidak perlu melakukan:

  • Penambahan anggaran darurat

  • Perubahan besar dalam struktur APBN

  • Pengalihan dana dari sektor lain

“Kalau anggaran pertahanan kan sudah dikunci,” ujarnya.

Dengan demikian, pembelian BrahMos merupakan bagian dari rencana jangka panjang modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Bantah Isu Ekonomi Lesu

Di tengah kekhawatiran publik soal kondisi ekonomi, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

Ia bahkan membantah anggapan bahwa ekonomi sedang mengalami kelesuan yang dapat menghambat belanja negara, termasuk di sektor pertahanan.

Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masih berjalan positif dan ekspansi terjadi di berbagai sektor.

“Ekonomi masih baik, semuanya lari kencang, ekspansi di segala macam,” tegasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com