Nasional . 18/03/2026, 20:37 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Gema takbir yang menandakan berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sudah mulai dirasakan oleh umat Muslim di tanah air. Namun, apakah tahun ini Idul Fitri akan dirayakan secara serentak?
Bagi warga Muhammadiyah, kepastian hari kemenangan sudah menemui titik terang lebih awal.
Berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dipegang teguh oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Artinya, jika perhitungan ini berjalan sesuai rencana, maka gema takbir di masjid-masjid Muhammadiyah akan mulai bersahutan sejak matahari terbenam pada besok, Kamis, 19 Maret 2026 malam.
Kepastian ini menjadi pegangan penting bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan hidangan khas lebaran lebih awal.
Berbeda dengan Muhammadiyah, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama beserta Nahdlatul Ulama (NU) masih memegang prinsip Rukyatul Hilal atau pengamatan langsung terhadap bulan sabit.
Hingga detik ini, status resmi 1 Syawal 1447 H masih menjadi teka-teki yang baru akan terjawab setelah Sidang Isbat digelar.
Ada dua skenario besar yang mungkin terjadi bagi penetapan versi Pemerintah dan NU:
Jika hilal terlihat pada ketinggian yang cukup, Malam Takbiran akan jatuh pada 19 Maret 2026, sama dengan Muhammadiyah.
Jika hilal tidak berhasil teramati (istikmal), maka puasa akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Malam Takbiran baru akan dilaksanakan pada Jumat malam, 20 Maret 2026.
Penetapan resmi tetap harus melalui mekanisme Sidang Isbat dengan mempertimbangkan hasil rukyat di berbagai titik pemantauan di seluruh penjuru Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media