Nasional . 18/03/2026, 20:37 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Perbedaan penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia bukanlah hal baru dan telah menjadi bagian dari kekayaan khazanah keagamaan kita.
Muhammadiyah yang menggunakan perhitungan matematis (hisab) seringkali bisa memberikan kepastian jauh-jauh hari.
Sementara Pemerintah dan NU lebih mengedepankan pembuktian visual (rukyat).
Meskipun terdapat potensi perbedaan satu hari, semangat menyambut malam kemenangan tetaplah sama.
Lantas, pada koordinat derajat berapakah hilal akan muncul di ufuk barat nanti?
Akankah cuaca yang cerah membantu tim perukyat melihat bulan sabit pertama, ataukah umat muslim harus bersabar satu malam lagi untuk merayakan Idulfitri?
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media