1. Kerja Fleksibel untuk ASN
Aparatur Sipil Negara (ASN) akan mulai menerapkan sistem kerja fleksibel. Skema ini diharapkan bisa mengurangi mobilitas harian dan konsumsi BBM.
2. Maksimalkan Platform Digital
Pemanfaatan teknologi digital akan diperkuat, baik untuk layanan publik maupun aktivitas internal pemerintahan.
3. Pembatasan Perjalanan Dinas
Perjalanan dinas akan dibatasi dan dioptimalkan melalui pertemuan daring guna menghemat energi dan biaya.
4. Efisiensi Operasional Gedung
Gedung perkantoran pemerintah akan menerapkan strategi hemat energi, seperti pengaturan penggunaan listrik dan pendingin ruangan.
5. Penyesuaian Metode Pembelajaran
Sistem pembelajaran akan disesuaikan antara daring dan luring, tergantung kebutuhan mata pelajaran.
Untuk kegiatan yang membutuhkan praktik langsung, pembelajaran tatap muka tetap diprioritaskan.
Rencananya, kebijakan penghematan energi ini akan mulai diterapkan secara nasional pada April 2026.
Pemerintah berharap implementasi kebijakan ini bisa berjalan mulus dengan dukungan semua pihak.
Menurut Pratikno, kunci utama keberhasilan program ini adalah koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Dengan kerja sama yang solid, kebijakan ini diharapkan mampu: