Tokoh Kunci Iran Tewas: Ali Larijani Gugur dalam Serangan Udara Israel di Tengah Perang

news.fin.co.id - 18/03/2026, 11:51 WIB

Tokoh Kunci Iran Tewas: Ali Larijani Gugur dalam Serangan Udara Israel di Tengah Perang

Otoritas Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Larijani, pejabat tinggi keamanan dan penasihat strategis, dalam serangan udara Israel di tengah ketegangan perang yang meluas.

fin.co.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik nadir baru setelah otoritas Iran mengonfirmasi kematian Ali Larijani pada Selasa waktu setempat. Tokoh konservatif yang menjabat sebagai petinggi keamanan Iran tersebut tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh militer Israel. Larijani mengembuskan napas terakhir pada usia 67 tahun.

Kematian Larijani menjadi pukulan telak bagi Teheran, mengingat ia memiliki peran sentral dalam menjalankan roda pemerintahan pasca tewasnya pemimpin tertinggi Iran dalam serangan gabungan AS dan Israel akhir bulan lalu.

Meski militer Israel telah mengklaim keberhasilan serangan tersebut sejak Selasa pagi, pemerintah Iran membutuhkan waktu beberapa jam sebelum memberikan konfirmasi resmi mengenai gugurnya sang tokoh.

Selama ini, publik meyakini Larijani sebagai sosok yang memegang kendali strategis negara saat kepemimpinan Iran mulai bergerak di bawah tanah akibat intensitas serangan udara yang meningkat.

Advertisement

Selain Ali Larijani, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran turut melaporkan bahwa putranya, Morteza Larijani, ikut menjadi korban dalam insiden mematikan tersebut.

Diplomat Ulung di Pusaran Sanksi

Ali Larijani merupakan penasihat kepercayaan mendiang Ayatollah Ali Khamenei dalam urusan strategi nuklir. Sebelum perang meluas, ia sempat melakukan perjalanan ke Oman untuk bertemu dengan mediator internasional guna membahas negosiasi dengan pemerintahan Donald Trump.

Namun, rekam jejaknya juga tak lepas dari kontroversi global. Seperti jajaran pemimpin Iran lainnya, Larijani berada di bawah sanksi berat Amerika Serikat. Ia diduga terlibat dalam tindakan represif terhadap aksi protes massa yang pecah pada Januari lalu, yang memicu kecaman luas dari dunia internasional.

Warisan Politik 'Keluarga Kennedy' dari Iran

Lahir dari salah satu dinasti politik paling berpengaruh di Iran, keluarga Larijani seringkali mendapatkan julukan sebagai "Keluarga Kennedy" versi Teheran. Salah satu saudaranya, Sadeq, pernah menjabat sebagai kepala kehakiman, sementara saudaranya yang lain, Mohammad Javad, merupakan diplomat senior yang menjadi penasihat urusan luar negeri.

Sebelum menjabat sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Larijani memiliki karier panjang sebagai Ketua Parlemen Iran dari tahun 2008 hingga 2020. Di balik sosoknya yang tegas dan sering melontarkan ancaman keras terhadap pihak barat, Larijani juga dikenal sebagai seorang intelektual. Ia tercatat menulis sedikitnya enam buku filsafat, termasuk karya mendalam mengenai pemikiran filsuf Jerman, Immanuel Kant.

Tantangan Kepemimpinan Iran ke Depan

Kematian Larijani menciptakan kekosongan besar dalam struktur penasihat strategis Iran. Meskipun ia tidak memenuhi syarat untuk menjadi Pemimpin Tertinggi karena bukan seorang ulama Syiah, peran di balik layarnya sangat menentukan stabilitas negara di tengah gempuran perang.

Advertisement

Sepekan sebelum tewas, Larijani sempat membalas ancaman Presiden AS Donald Trump melalui platform X. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tidak gentar terhadap ancaman kosong dan memperingatkan agar pihak lawan berhati-hati agar tidak tereliminasi sendiri. Kini, gugurnya Larijani diprediksi akan mengubah peta kekuatan dan strategi perlawanan Iran di kawasan tersebut.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID