AS Hujani Iran dengan Bom Bunker Seberat 2,2 Ton di Selat Hormuz, Konflik Memanas dan Harga Minyak Melonjak!
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat melancarkan serangan besar ke wilayah Selat Hormuz sejak Selasa 17 Maret 2026.
Langkah ini menandakan bahwa konflik berpotensi meningkat ke level yang lebih besar.
Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa koordinasi dengan AS terus dilakukan.
Ia bahkan menjanjikan akan ada lebih banyak “kejutan” dalam waktu dekat, baik melalui operasi militer langsung maupun tekanan terhadap Iran.
Sejumlah sumber diplomatik memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa memperpanjang konflik hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Baca Juga
Fokus baru AS pada agenda “kebebasan navigasi” di Selat Hormuz juga dinilai dapat memperluas cakupan perang.
Energi dan Ekonomi Terancam
Konflik di Selat Hormuz berdampak besar terhadap dunia, antara lain:
-
Lonjakan harga minyak global
-
Gangguan distribusi energi
-
Tekanan inflasi di berbagai negara
-
Ketidakpastian ekonomi global
Mengingat sekitar 20–30% pasokan minyak dunia melewati jalur ini, setiap gangguan akan langsung terasa secara global.