Internasional . 19/03/2026, 14:02 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pasar energi global langsung bereaksi terhadap serangan tersebut. Harga minyak mentah melonjak tajam:
Brent (patokan internasional): naik lebih dari 7% menjadi US$111,23
West Texas Intermediate (WTI): naik sekitar 4% menjadi US$100,04
Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi dunia.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran telah mengancam akan menyerang fasilitas energi di kawasan Teluk, termasuk:
Qatar
Arab Saudi
Uni Emirat Arab
Ancaman ini muncul sebagai respons atas serangan Israel terhadap fasilitas gas di Iran.
Situasi semakin genting karena lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz dilaporkan anjlok drastis.
Selat ini sangat vital karena:
Menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia
Menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global
Gangguan di jalur ini berpotensi memperparah krisis energi global.
Analis dari Citigroup memperingatkan bahwa harga minyak bisa terus naik.
Jika konflik berlanjut dan infrastruktur energi terus diserang:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media