Hari Ini Ada Fenomena Ekuinoks Maret 2026: Suhu Terasa Lebih Panas, Matahari Tepat di Atas Khatulistiwa

news.fin.co.id - 20/03/2026, 06:35 WIB

Hari Ini Ada Fenomena Ekuinoks Maret 2026: Suhu Terasa Lebih Panas, Matahari Tepat di Atas Khatulistiwa

fin.co.id - Fenomena astronomi ekuinoks Maret kembali terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026. Peristiwa ini kerap dikaitkan dengan suhu panas yang terasa lebih terik di sejumlah wilayah Indonesia, meskipun sebenarnya merupakan fenomena alam yang terjadi secara rutin setiap tahun.

Ekuinoks menjadi salah satu momen penting dalam pergerakan Bumi terhadap Matahari. Lalu, apa sebenarnya ekuinoks itu dan apa dampaknya bagi kehidupan sehari-hari?

Apa Itu Ekuinoks?

Secara ilmiah, ekuinoks adalah fenomena ketika Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa atau ekuator Bumi. Pada momen ini, sinar Matahari jatuh hampir tegak lurus ke wilayah ekuator, termasuk Indonesia. 

Advertisement

Kata “ekuinoks” sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “malam yang sama”. Hal ini karena saat ekuinoks terjadi, durasi siang dan malam di hampir seluruh wilayah Bumi menjadi hampir sama, masing-masing sekitar 12 jam. 

Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni sekitar bulan Maret dan September.

Kapan Terjadi?

Untuk tahun 2026, ekuinoks Maret terjadi pada tanggal 20 Maret. Pada saat ini, Matahari bergerak melintasi ekuator dari belahan Bumi selatan menuju utara. 

Di belahan Bumi utara, momen ini menandai awal musim semi, sedangkan di belahan selatan menjadi tanda dimulainya musim gugur.

Dampak Ekuinoks di Indonesia

Meski Indonesia tidak mengalami perubahan musim seperti negara subtropis, dampak ekuinoks tetap terasa, terutama dari sisi cuaca.

Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah suhu udara yang terasa lebih panas. Hal ini terjadi karena radiasi Matahari diterima secara maksimal saat posisinya tepat di atas ekuator. 

Kondisi ini membuat cuaca terasa lebih terik, terutama saat langit cerah dan minim awan. Bahkan, peningkatan suhu yang dirasakan sekitar 20 Maret bukanlah kebetulan, melainkan efek langsung dari fenomena ini. 

Advertisement

Namun demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa ekuinoks bukan penyebab perubahan iklim ekstrem maupun lonjakan suhu yang drastis dalam jangka panjang.

Fenomena Alam yang Terjadi Rutin

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca