fin.co.id – Bagi sebagian orang, mudik adalah soal cepat sampai tujuan. Namun bagi Amin, pemudik asal Jakarta Utara, perjalanan ini menjadi cara menyampaikan rindu yang tak tertahan.
Di tengah padatnya arus mudik, Amin memilih pulang ke Kalianda, Lampung, menggunakan sepeda motor. Di bagian belakang kendaraannya, terpampang tulisan sederhana namun menyentuh:
"Selamat Hari Raya Idul Fitri, mudik cuma bisa pakai roda dua, tapi cintaku takkan men 2 #JakartatoMekkah."
Tulisan tersebut bukan sekadar hiasan. Bagi Amin, itu adalah pesan khusus untuk sang istri di kampung halaman.
Ditemui di Balai Santai Honda, SPBU 34-15706 Kawidaran, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat dini hari, 20 Maret 2026, Amin mengaku mudik menjadi momen penting untuk melepas rindu.
“Rindu istri, keluarga, setahun sekali mudik. Sekalian sungkem sama orang tua,” ujarnya.
Ia mengaku sudah lama merantau di Jakarta, dan baru tahun ini memberanikan diri mudik dengan sepeda motor.
“Modal nekat. Rindu harus dibayar tuntas,” katanya.
Tulisan “Jakarta to Mekkah” yang ia pasang juga memiliki makna mendalam. Meski tahun ini hanya bisa pulang ke Lampung, Amin menyimpan harapan suatu hari bisa berangkat ke Tanah Suci.
“In shaa Allah kalau ada rezekinya. Tahun ini ke Lampung, mungkin ke depan bisa ke Mekkah,” ungkapnya.
Amin berangkat dari Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba di Cikupa pukul 01.12 WIB. Ia memilih perjalanan santai demi keselamatan.
“Santai yang penting selamat sampai tujuan,” ujarnya.
Perbekalan yang dibawanya pun sederhana namun lengkap, mulai dari alat servis motor, obat-obatan, hingga pakaian. Baginya, yang terpenting bukan oleh-oleh, melainkan bisa pulang membawa rindu.
“Saya nggak bawa oleh-oleh, tapi bawa rindu,” tuturnya.
Di sisi lain, tim mudik Disway juga mencatat kondisi jalan di jalur Serang menuju Merak, khususnya di kawasan Cikupa arah Tigaraksa, terdapat sejumlah titik jalan rusak dan berlubang cukup dalam.