Analisis Data Pemakaman Ungkap Lonjakan Angka Kematian di Israel Capai 1.281 Jiwa

news.fin.co.id - 23/03/2026, 11:51 WIB

Analisis Data Pemakaman Ungkap Lonjakan Angka Kematian di Israel Capai 1.281 Jiwa

Hasil investigasi data pemakaman dan aktivitas tim ZAKA menunjukkan angka kematian di Israel selama 21 hari terakhir melonjak signifikan melampaui data resmi.Foto:TNA

fin.co.id – Sebuah laporan investigasi terbaru yang dirilis oleh kanal berita Tasnim mengungkapkan adanya anomali data kematian di wilayah Israel selama berlangsungnya konflik dalam 21 hari terakhir. Melalui analisis mendalam terhadap database sepuluh pemakaman utama dan aktivitas organisasi pemakaman, jumlah total korban jiwa diperkirakan telah melampaui angka 1.280 orang.

Tim investigasi melakukan penyisiran data di sejumlah lokasi pemakaman besar, termasuk Pemakaman Har HaMenuchot di Yerusalem, Pemakaman Yarkon di Petah Tikva, hingga Kiryat Shaul di Tel Aviv. Selain data pemakaman, analisis ini juga mencakup catatan dari organisasi Chevra Kadisha, lembaga resmi yang bertanggung jawab penuh atas urusan penguburan di Israel.

Berdasarkan temuan tersebut, rata-rata kematian di wilayah tersebut pada hari-hari biasa berada di angka 150 orang per hari. Namun, selama periode konflik tiga minggu terakhir, angka tersebut melonjak drastis dengan tambahan rata-rata 61 kematian per hari. Hal ini membuat total rata-rata pemakaman harian meningkat menjadi sedikitnya 211 jiwa.

Indikasi dari Pergerakan Tim ZAKA

Advertisement

Selain data statistik pemakaman harian, laporan tersebut juga menyoroti aktivitas intensif dari tim Zihuy Korbanot Ason (ZAKA) atau tim Identifikasi Korban Bencana. Berbeda dengan layanan darurat ambulans yang mengangkut korban luka, relawan ZAKA memiliki fungsi spesifik untuk menangani jenazah di lokasi kejadian perkara atau insiden fatal

Tercatat ada 703 kasus pergerakan tim ZAKA yang teridentifikasi dalam periode tersebut. Tingginya frekuensi operasional tim identifikasi jenazah ini menjadi indikator kuat yang mendukung estimasi jumlah korban jiwa mencapai sedikitnya 1.281 orang, angka yang diklaim jauh lebih tinggi daripada laporan resmi yang dirilis secara berkala.

Distribusi Data di Berbagai Kota

Analisis data ini mencakup sebaran kematian di kota-kota besar seperti Haifa, Rishon LeZion, Ashdod, dan Rehovot. Lonjakan ini dipicu oleh intensitas pertempuran yang terjadi secara maraton selama 21 hari ke belakang.

Meski angka 1.281 jiwa sudah terbilang tinggi, laporan investigasi ini mencatat bahwa statistik tersebut belum memasukkan data korban terbaru dari insiden yang terjadi di wilayah Arad dan Dimona baru-baru ini. Para pengamat internasional menilai perbedaan data antara laporan lapangan dengan pernyataan resmi sering kali terjadi dalam situasi konflik bersenjata yang masih dinamika.

Masyarakat internasional kini terus memantau validasi data korban jiwa di tengah ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi di kawasan tersebut.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID