Arus Balik Lebaran Dipantau Drone! Kemenhub Perkuat Strategi di Lintas Sumatera–Jawa

news.fin.co.id - 23/03/2026, 12:43 WIB

Arus Balik Lebaran Dipantau Drone! Kemenhub Perkuat Strategi di Lintas Sumatera–Jawa

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan potensi puncak arus balik Lebaran 2026.

fin.co.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengandalkan teknologi drone untuk memperkuat pengawasan arus balik Lebaran 2026, khususnya di lintas penyeberangan Sumatera–Jawa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi adaptif dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat usai puncak mudik.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan kesiapsiagaan dengan pendekatan yang lebih responsif di lapangan.

“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini fokus kita memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujarnya di Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.

Evaluasi menyeluruh dilakukan di Pelabuhan Merak dalam rapat koordinasi bersama PT ASDP Indonesia Ferry dan aparat terkait, Minggu, 22 Maret 2026.

Advertisement

Salah satu inovasi utama adalah penggunaan drone untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time, terutama di Pelabuhan Bakauheni. Teknologi ini memungkinkan deteksi dini antrean kendaraan sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.

Selain itu, Kemenhub menyiapkan sejumlah strategi teknis, seperti percepatan penerapan mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB) saat terjadi lonjakan kendaraan. Simulasi kapasitas layanan juga dilakukan dengan skema operasional 5 hingga 6 dermaga guna memastikan daya tampung tetap optimal.

Antisipasi turut difokuskan pada titik crossing di Bakauheni yang kerap menjadi hambatan arus bongkar muat. Optimalisasi rest area diperkuat melalui koordinasi dengan kepolisian untuk mengatur distribusi kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.

Kemenhub juga mengevaluasi penggunaan dermaga non-TBB serta pengaturan jumlah kapal agar tetap efisien. Bahkan, opsi lintasan alternatif dari Pelabuhan Panjang menuju Krakatau Bandar Samudra disiapkan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kepadatan ekstrem.

Pengaturan buffer zone dan rest area turut diperkuat melalui penerapan delaying system di Pulau Sumatra. Skema ini dijalankan bersama Korlantas Polri untuk menahan kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.

Menhub menekankan bahwa hasil evaluasi arus mudik menjadi pijakan penting dalam menyempurnakan strategi arus balik. Berdasarkan data, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan kondisi relatif lancar, meski masih terdapat sejumlah catatan, terutama pada penerapan TBB yang belum optimal.

“Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” tegasnya.

Nungki Kartika Sari/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID