Prabowo Pede Target Ekonomi Tembus 8 Persen, Dua Program Ini Jadi Senjata Andalan!

news.fin.co.id - 23/03/2026, 10:56 WIB

Prabowo Pede Target Ekonomi Tembus 8 Persen, Dua Program Ini Jadi Senjata Andalan!

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan malam takbiran di Sumatera Utara dan Salat Idul Fitri 1447 H di Aceh pada 21 Maret 2026.

fin.co.id - Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen melalui berbagai program strategis yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja.

Langkah ini dinilai sebagai upaya besar untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Salah satu program unggulan yang diandalkan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

Advertisement

Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 30 ribu dapur MBG di seluruh Indonesia. Setiap dapur diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 50 orang.

Artinya, program ini saja berpotensi menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja secara langsung.

“Itu sudah 1,5 juta,” ujar Prabowo Subianto.

Tak hanya itu, rantai pasok bahan pangan untuk dapur-dapur tersebut juga diperkirakan mampu menyerap tambahan hingga 1,5 juta tenaga kerja lainnya.

Selain MBG, pemerintah juga mengembangkan program Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Dengan target pembentukan 80 ribu koperasi dan estimasi 18 pekerja di setiap unit, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.

Di sektor kelautan, pemerintah menghadirkan program Kampung Nelayan Merah Putih yang difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Targetnya, hingga 1.100 kampung nelayan akan dibangun pada 2026. Bahkan, uji coba di Biak menunjukkan peningkatan pendapatan nelayan hingga 60%–80%.

Salah satu program terbesar dalam penciptaan lapangan kerja adalah pembangunan satu juta rumah.

Advertisement

Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan sekitar lima pekerja, sehingga totalnya dapat menyerap hingga 5 juta tenaga kerja.

Belum lagi efek berantai dari sektor pendukung seperti industri bahan bangunan, logistik, dan utilitas yang juga ikut terdongkrak.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID