Viral . 23/03/2026, 07:23 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait pemberian insentif sebesar Rp6 juta per hari kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini sebelumnya menjadi perhatian publik seiring ramainya perbincangan di media sosial.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa insentif tersebut diberikan sebagai bentuk kompensasi kepada mitra yang telah menanggung berbagai beban, mulai dari investasi awal hingga risiko operasional, tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menjelaskan, seluruh proses pembangunan fasilitas SPPG dilakukan secara mandiri oleh mitra. Hal itu mencakup penyediaan lahan, perencanaan, pembangunan fisik, pengadaan peralatan, hingga perawatan fasilitas yang telah dibangun.
"Kita melihat bahwa mitra ini pertama, mengeluarkan dana investasi karena untuk membangun itu bukan dari dana APBN, tetapi kami akan berikan insentif ketika mereka sudah membangun. Yang kedua, Badan Gizi itu sebetulnya mentransfer risiko seluruh risiko ke mitra," ujar Dadan lewat unggahan video di Instagram BGN @badangizinasional.ri, Sabtu 28 Februari 2026.
Dadan juga menyoroti berbagai risiko yang harus ditanggung mitra dalam menjalankan operasional SPPG. Ia mencontohkan adanya fasilitas di Aceh yang baru selesai dibangun namun terdampak bencana banjir, serta kasus lain berupa kebakaran fasilitas.
"Kemudian pengisian peralatan, pemeliharaan bangunan, kemudian penurunan nilai peralatan dan bangunan, termasuk risiko yang dimunculkan dengan adanya operasionalisasi, termasuk risiko bencana. Contoh misalnya ada satu SPPG yang baru saja selesai dibangun di Aceh tiba-tiba kesapu banjir," jelas Dadan.
Lebih lanjut, ia menilai skema pembangunan oleh mitra justru memberikan efisiensi dari sisi biaya. Menurutnya, mitra cenderung tidak melakukan mark up terhadap pembangunan fasilitas milik mereka sendiri, sehingga proses pembangunan bisa berjalan lebih hemat dan terkontrol.
Dengan skema tersebut, BGN berharap program MBG dapat berjalan berkelanjutan sekaligus tetap menjaga efisiensi anggaran tanpa membebani keuangan negara secara langsung. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media