fin.co.id - Euforia perayaan Hari Raya Idulfitri sering kali dibarengi dengan perubahan pola makan dan aktivitas yang tidak teratur. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini rentan memicu berbagai keluhan kesehatan serius bagi masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, drg. Sari Nur Arofah, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah potensi penyakit yang kerap mengintai setelah momentum Lebaran usai.
"Kita perlu mewaspadai munculnya sejumlah penyakit pasca-Lebaran. Biasanya dipicu oleh perubahan pola makan, kurang istirahat, serta faktor lain yang membuat daya tahan tubuh menjadi lebih rentan," ujar Sari, Senin (23/3/2026).
Setidaknya, terdapat empat gangguan kesehatan utama yang perlu menjadi perhatian:
1. Gangguan Pencernaan dan Wasir
Penyakit wasir menjadi ancaman akibat pola makan yang cenderung rendah serat. Konsumsi kue-kue Lebaran yang berlebihan tanpa diimbangi asupan buah dan sayur dapat mengganggu sistem pencernaan. Masyarakat tetap disarankan mengonsumsi serat setiap hari untuk menjaga kelancaran metabolisme.
2. Lonjakan Gula Darah
Sajian khas Lebaran seperti kue kering, kudapan manis, hingga minuman berasa mengandung kadar gula tinggi. Hal ini memicu risiko lonjakan gula darah secara drastis, yang jika dibiarkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.
3. Ancaman Kolesterol Tinggi
Hidangan bersantan dan berlemak seperti opor serta rendang menjadi menu wajib saat Lebaran. Namun, konsumsi berlebih berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Kondisi ini menjadi pintu masuk bagi penyakit degeneratif seperti serangan jantung, stroke, darah tinggi, hingga batu empedu, terutama bagi kelompok lansia.
4. Flu dan Kelelahan Akut
Jadwal silaturahmi yang padat sering kali membuat tubuh kelelahan. Penurunan daya tahan tubuh akibat kurang istirahat membuat seseorang lebih mudah terserang flu. Faktor kelelahan fisik menjadi penyebab paling umum yang ditemukan pada pasien pasca-libur panjang.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk segera kembali ke pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan mandiri jika merasakan gejala kesehatan yang tidak biasa.