Internasional . 24/03/2026, 09:02 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Menurutnya, besar kemungkinan Mojtaba mengalami cedera yang cukup parah hingga memengaruhi kemampuannya untuk memimpin negara.
Ketidakhadirannya dalam perayaan Nowruz—yang biasanya diisi pidato pemimpin tertinggi Iran—semakin memperkuat dugaan tersebut.
Di tengah kabut misteri ini, muncul spekulasi kuat bahwa kendali sebenarnya berada di tangan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran.
Beberapa sumber menyebut bahwa IRGC kini memegang kontrol penuh atas keputusan politik dan militer Iran.
“Skenario yang lebih mungkin adalah Garda Revolusi yang mengendalikan dia, bukan sebaliknya,” ungkap sumber yang dikutip media internasional.
Jika benar, maka Iran saat ini berada dalam situasi di mana militer memiliki pengaruh dominan di atas pemerintahan sipil.
Sementara misteri kepemimpinan Iran belum terpecahkan, konflik di kawasan Timur Tengah terus memanas.
Perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini telah memasuki hari ke-24 sejak pecah pada akhir Februari 2026.
Sebagai respons atas serangan awal, Iran melancarkan berbagai aksi balasan, termasuk:
Menyerang pangkalan militer AS
Menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump beberapa kali menyampaikan optimisme bahwa konflik ini bisa segera berakhir, meski di lapangan situasi justru menunjukkan eskalasi.
Pemerintah Iran sendiri menegaskan tidak akan melakukan gencatan senjata dalam waktu dekat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media