Viral Pria Panjat Papan Reklame di JPO Daan Mogot Tangerang, Begini Kata Polisi

news.fin.co.id - 24/03/2026, 20:19 WIB

Viral Pria Panjat Papan Reklame di JPO Daan Mogot Tangerang, Begini Kata Polisi

Video amatir merekam seoraang pria memanjat papan reklame di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Daan Mogot KM 19,6, Batuceper, Kota Tangerang. (Net)

fin.co.id -  Sebuah aksi nekat seorang pria berinisial A (30) memanjat papan reklame di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Daan Mogot KM 19,6, Batuceper, Kota Tangerang, mendadak viral di media sosial, Senin (23/3/2026) malam.

Video amatir yang merekam detik-detik pria tersebut berdiri di ketinggian tersebar luas di berbagai platform digital, mulai dari Instagram hingga X (Twitter). Hal ini memicu kerumunan warga di lokasi dan menyebabkan kemacetan horor di jalur utama penghubung Tangerang menuju Jakarta selama hampir dua jam.

Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan menjelaskan, laporan warga diterima saat kondisi lalu lintas sedang padat. Petugas gabungan dari Polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota, hingga Dinas Pemadam Kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.

"Upaya persuasif menjadi prioritas kami. Petugas di lapangan terus melakukan negosiasi dan membujuk saudara A agar mengurungkan niatnya. Proses ini memakan waktu sekitar 90 menit hingga akhirnya yang bersangkutan mau diturunkan dengan selamat," ujar Gunawan saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).

Advertisement

Selama proses evakuasi berlangsung, sebagian ruas jalan terpaksa ditutup sementara. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi petugas pemadam kebakaran yang telah menyiapkan matras udara di bawah papan reklame sebagai antisipasi jika pria tersebut nekat melompat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa aksi nekat A dipicu oleh depresi berat akibat rentetan masalah pribadi. Gunawan membeberkan bahwa kondisi mental A ambruk setelah menghadapi perceraian orang tua yang kemudian disusul oleh wafatnya sang ayah.

Tak berhenti di situ, tekanan ekonomi akibat tidak memiliki pekerjaan tetap membuat A merasa kehilangan harapan hidup.

"Yang bersangkutan mengalami stres berat. Keluarganya berantakan setelah orang tuanya bercerai dan bapaknya meninggal dunia. Ditambah lagi masalah ekonomi, tidak punya penghasilan tetap, sehingga muncul keinginan untuk mengakhiri hidup," papar Gunawan.

Selain kemacetan yang menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, insiden ini juga memicu debat di kalangan netizen. Sebagian besar merasa prihatin, namun ada pula warga di lokasi yang sempat tersulut emosi karena perjalanan mereka terhambat.

Pihak kepolisian sempat mengamankan A dari amukan warga saat ia baru saja diturunkan ke ambulans. Petugas segera melarikan A ke Polres Metro Tangerang Kota untuk mendapatkan penanganan medis dan psikologis lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi publik mengenai krusialnya kesadaran akan kesehatan mental. Tekanan hidup yang kian kompleks menuntut adanya sistem dukungan sosial yang lebih kuat di tengah masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika melihat kerabat atau tetangga yang menunjukkan gejala depresi, rangkul mereka dan arahkan untuk mencari bantuan profesional," pungkas Gunawan.

Masalah depresi dan pikiran bunuh diri adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan profesional. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan mental, segera hubungi layanan psikolog, psikiater, atau pusat layanan kesehatan mental terdekat.

Advertisement
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.