fin.co.id - Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang yang kini telah memasuki minggu keempat.
Menurut laporan The New York Times, proposal tersebut disampaikan melalui jalur diplomatik dengan bantuan Pakistan sebagai perantara.
Rencana ini mencakup sejumlah isu krusial, mulai dari program nuklir Iran, pengembangan rudal balistik, hingga keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa rencana 15 poin itu bertujuan untuk:
-
Membatasi atau membongkar program nuklir Iran
-
Mengendalikan pengembangan rudal balistik
-
Menjamin keamanan maritim di Selat Hormuz
-
Mengurangi dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan
Namun hingga kini belum jelas apakah Iran akan menerima proposal tersebut. Sikap Israel sebagai sekutu utama AS juga belum diketahui secara pasti.
Presiden Donald Trump mengklaim bahwa proses negosiasi dengan Iran sudah menunjukkan kemajuan signifikan.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa pihaknya sedang berbicara dengan “orang-orang yang tepat” di Iran.
“Kami sedang dalam tahap negosiasi saat ini,” ujar Trump.
Ia bahkan menyebut Iran telah memberikan sejumlah konsesi penting, khususnya terkait energi non-nuklir dan akses di Selat Hormuz.
Iran Bantah Ada Negosiasi Langsung
Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Teheran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyebut laporan adanya negosiasi langsung sebagai “berita palsu”.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka memang menerima pesan dari sejumlah negara sahabat, tetapi tidak pernah melakukan pembicaraan langsung dengan Washington.
Media Israel melaporkan bahwa AS tengah mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang pembahasan rencana 15 poin tersebut.