Nasional . 25/03/2026, 12:28 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Nama Hendrik Irawan mendadak viral di media sosial setelah mengaku menerima pendapatan hingga Rp6 juta per hari dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan tersebut memicu pro dan kontra hingga berujung hujatan dari netizen.
Tak ingin polemik berkepanjangan, Hendrik akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi terkait pernyataannya yang ramai diperbincangkan.
Hendrik mengaku menyesal atas kegaduhan yang terjadi di media sosial. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung dengan kontennya.
“Saya memohon maaf kepada netizen atas huru-hara yang terjadi di media sosial. Saya akan menjelaskan dari mana asal insentif yang saya dapatkan,” ujar Hendrik.
Permintaan maaf ini juga ditujukan kepada Prabowo Subianto, terkait konten joget yang dianggap kurang pantas saat membahas program pemerintah.
Hendrik menegaskan bahwa uang Rp6 juta per hari yang ia terima bukan berasal dari jatah makanan siswa, melainkan insentif resmi dari pemerintah untuk mitra pengelola dapur.
“Insentif Rp6 juta itu bukan kami ambil dari jatah anak-anak. Itu adalah insentif yang diberikan pemerintah,” jelasnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah melalui penyediaan makanan sehat.
Dalam penjelasannya, Hendrik juga mengungkap bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ia kelola dibangun dari nol menggunakan dana pribadi.
Ia mengklaim telah mengeluarkan modal hingga Rp3,5 miliar untuk membangun fasilitas tersebut di atas lahan seluas hampir 1.000 meter persegi.
“SPPG ini saya bangun dari tanah kosong, bukan dari dana pemerintah. Pemerintah hanya memberikan insentif operasional,” ujarnya.
Meski terlihat besar, Hendrik menyebut pendapatan Rp6 juta per hari tidak serta-merta membuatnya untung besar.
Pasalnya, insentif tersebut hanya dihitung sekitar 24 hari kerja dalam sebulan, bukan penuh 30 hari. Selain itu, ia juga masih dalam tahap mengembalikan modal besar yang telah dikeluarkan.
“Sampai sekarang kami belum balik modal,” katanya.
Sebelumnya, Hendrik sempat menjadi sorotan karena berencana melaporkan sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarkan ulang kontennya tanpa izin dan memicu perundungan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media