Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring, Cegah ‘Learning Loss’? 

news.fin.co.id - 25/03/2026, 13:33 WIB

Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring, Cegah ‘Learning Loss’? 

Menko PMK Pratikno. (Dok)

fin.co.id -  Pemerintah memastikan rencana pengalihan sistem pembelajaran tatap muka menjadi daring (online) yang sempat direncanakan mulai April 2026 resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil guna menjaga kualitas pendidikan dan mencegah terjadinya kemunduran akademik atau learning loss pada siswa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, setelah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag), disepakati bahwa proses belajar mengajar akan tetap berjalan secara luring.

"Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal. Jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, kami mengutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," ujar Pratikno, dikutip Rabu (25/3/2026).

Wacana sekolah daring sebelumnya mencuat sebagai salah satu strategi penghematan energi nasional di tengah krisis global dan ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah sempat mengkaji opsi metode hybrid untuk menekan konsumsi energi di sektor publik.

Advertisement

Namun, Pratikno menjelaskan bahwa kualitas SDM merupakan prioritas yang tidak bisa dikompromi. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, agenda transformasi nasional melalui revitalisasi sekolah dan program Sekolah Unggul Garuda harus tetap menjadi garda terdepan.

“Pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi urgensi saat ini. Prioritas kita adalah mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, maupun Kemendiktisainstek,” tambahnya.

Efisiensi di Sektor Lain

Meski sektor pendidikan tetap berjalan luring, pemerintah tetap melakukan pengetatan efisiensi di sektor birokrasi. Sebagai tindak lanjut Sidang Kabinet Paripurna, Menko PMK instruksikan pemangkasan perjalanan dinas non-esensial dan optimalisasi rapat secara daring bagi aparatur sipil negara.

Penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) juga akan diberlakukan secara terukur untuk mendukung efisiensi energi tanpa mengganggu pelayanan publik.

"Transformasi pemerintahan harus tetap jalan. Kita gunakan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien untuk mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan," pungkas Pratikno.

Dengan pembatalan ini, orang tua siswa diimbau tidak perlu khawatir mengenai perubahan jadwal atau metode belajar pada April mendatang. Pemerintah menjamin interaksi langsung guru dan siswa di kelas tetap menjadi metode paling ideal untuk memantau perkembangan akademik anak secara akurat.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.