fin.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tengah mematangkan wacana kebijakan Work From Anywhere (WFA) rutin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dampak krisis energi global yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, mengungkapkan bahwa wacana bekerja dari mana saja satu hari dalam sepekan tersebut masih dalam tahap diskusi intensif. Pemerintah berupaya memastikan regulasi yang dihasilkan nantinya benar-benar tepat sasaran dan efektif.
"Saat ini belum ada hal detail yang bisa kami sampaikan karena skemanya masih dalam pembahasan final," ujar Haryo kepada media di Jakarta, Kamis 26 Maret 2026.
Wacana WFA bagi ASN ini bergulir sebagai respons atas ancaman hambatan jalur distribusi minyak dunia, terutama potensi penutupan Selat Hormuz. Kondisi tersebut telah memicu kenaikan harga minyak mentah global hingga melampaui angka seratus unit mata uang Amerika Serikat per barel, yang dikhawatirkan akan membebani ketahanan energi nasional.
Haryo menambahkan bahwa koordinasi antar Kementerian dan Lembaga (K/L) terus dilakukan secara intensif. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi gejolak ekonomi akibat situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas.
Meski belum ada tanggal pasti pelaksanaannya, kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi energi domestik sekaligus menjaga produktivitas birokrasi di tengah ketidakpastian global. Pemerintah menjamin bahwa setiap keputusan yang diambil akan mempertimbangkan aspek efisiensi anggaran dan kelancaran pelayanan publik di seluruh instansi.