fin.co.id - Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Seorang anak berinisial MA (10), warga Dukuh Ngapus, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, meninggal dunia setelah terkena ledakan petasan berukuran besar.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa sore 24 Maret 2026 dan mengundang perhatian warga sekitar. Polisi pun langsung turun tangan untuk mengusut kejadian sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa ini bermula sehari sebelumnya, saat korban bersama temannya menemukan sebuah petasan di area selokan.
"Insiden berawal ketika korban bersama seorang temannya menemukan sebuah petasan berdiameter 10 sentimeter (Cm) dengan panjang 15 cm di selokan bawah tower air pada Senin 23 Maret 2026," kata Kapolsek Jiken AKP Sulbekti di Blora, Rabu.
Setelah menemukan benda tersebut, korban kemudian membawanya pulang dan menyimpannya di rumah.
"Keesokan harinya, korban mengajak dua rekannya, MAA (7) dan FA (9), untuk menyalakan petasan tersebut di halaman rumah," ujarnya.
Saat hendak dinyalakan, korban bersama dua rekannya berkumpul di halaman. Ketika sumbu petasan disulut menggunakan korek api, dua temannya sempat menjauh sejauh kurang lebih dua meter. Namun, korban tetap berada di dekat petasan karena mengira benda tersebut tidak akan meledak.
Tak berselang lama, petasan itu meledak dengan kekuatan besar dan langsung mengenai tubuh korban.
Ledakan tersebut menyebabkan luka serius hingga akhirnya korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian yang menerima laporan dari warga segera mendatangi lokasi bersama Tim Inafis Polres Blora untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban diketahui mengalami luka bakar di bagian dagu, dada sebelah kiri, serta kaki kanan. Penyebab utama kematian adalah kerusakan organ dalam di bagian dada akibat ledakan.
Selain merenggut nyawa korban, dua rekannya juga turut menjadi korban. Mereka mengalami luka ringan di bagian kaki dan paha akibat percikan dan dampak ledakan.
"Kedua teman korban saat ini menjalani rawat jalan. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sisa-sisa kertas petasan dari lokasi kejadian," imbuhnya.
Pihak kepolisian mengingatkan para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama agar tidak bermain dengan petasan berdaya ledak tinggi demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. *