Nasional . 26/03/2026, 19:35 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Indonesia bersiap menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem pada tahun 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi akan terjadi fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat yang dijuluki “Godzilla El Nino”.
Fenomena ini diperkirakan mulai berkembang sejak April 2026 dan dapat berlangsung hingga Oktober 2026. Dampaknya tidak main-main, mulai dari kekeringan panjang hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia.
Secara ilmiah, El Nino adalah pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada perubahan pola cuaca global.
Namun, dalam kondisi tertentu, intensitas El Nino bisa menjadi sangat kuat. BRIN menyebut kondisi ekstrem ini sebagai “Godzilla El Nino” karena dampaknya yang jauh lebih besar dibandingkan El Nino biasa.
Fenomena ini akan semakin kuat jika terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
IOD positif terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Hindia bagian barat lebih hangat dibandingkan bagian timur.
Akibatnya:
Suhu laut di sekitar Sumatra dan Jawa menjadi lebih dingin
Pembentukan awan hujan terhambat
Curah hujan menurun drastis
Kombinasi antara El Nino kuat dan IOD positif ini membuat hujan “berpindah” ke wilayah Samudra Pasifik, sehingga Indonesia mengalami penurunan curah hujan yang signifikan.
Berdasarkan model iklim global, dampak paling besar diperkirakan terjadi di wilayah selatan Indonesia.
Beberapa daerah yang berpotensi terdampak parah antara lain:
Pulau Jawa
Bali
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media