Nasional . 26/03/2026, 19:35 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Wilayah-wilayah ini diprediksi mengalami:
Kemarau lebih panjang
Curah hujan sangat rendah
Penurunan ketersediaan air
Dampak langsung dari fenomena ini adalah meningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah.
Beberapa sektor yang paling terdampak:
Ketersediaan air bersih
Pertanian dan irigasi
Ketahanan pangan
Petani menjadi kelompok yang paling rentan, karena berkurangnya hujan dapat mengganggu musim tanam dan hasil panen.
Selain kekeringan, risiko lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wilayah yang rawan antara lain:
Sumatra
Kalimantan
Saat vegetasi mengering, potensi munculnya titik panas meningkat drastis. Kondisi ini bisa memicu kebakaran besar seperti yang pernah terjadi pada periode El Nino sebelumnya.
Menariknya, dampak El Nino tidak dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.
Wilayah timur laut seperti:
Sulawesi
Halmahera
Maluku
Justru masih berpotensi mendapatkan curah hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media