Internasional . 26/03/2026, 15:20 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Melalui pernyataan resmi, Korps Garda Revolusi Islam Iran meminta masyarakat untuk melaporkan lokasi persembunyian tentara AS.
Ancaman ini meningkatkan risiko bagi warga sipil di kawasan konflik.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa militer AS telah menyerang lebih dari 7.000 target di Iran.
Ia menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut dengan skala serangan besar setiap harinya.
Namun demikian, pejabat tinggi militer AS mengakui bahwa Iran masih memiliki kemampuan militer yang signifikan.
Penutupan sebagian Selat Hormuz serta meluasnya serangan di kawasan Teluk membuat dampak konflik ini terasa secara global.
Gangguan distribusi energi, lonjakan harga minyak, hingga risiko eskalasi perang menjadi ancaman nyata bagi dunia internasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media