Wisatawan Asal Tangerang Meninggal Saat "Snorkeling" di Pulau Pahawang 

news.fin.co.id - 26/03/2026, 14:52 WIB

Wisatawan Asal Tangerang Meninggal Saat

Ilustrasi orang tenggelam. (pixabay)

fin.co.id - Liburan keluarga di perairan Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung, berujung duka. Seorang wisatawan asal Kota Tangerang, Indriyanti (61), meninggal dunia saat melakukan aktivitas snorkeling di Spot Sarimin, Rabu (25/3/2026) siang. Korban diduga memaksakan diri berenang meski kondisi fisiknya sedang tidak bugar.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan laut di pesisir Lampung selama masa liburan kali ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tiba di lokasi bersama rombongan besar berjumlah 43 orang menggunakan jasa biro perjalanan.

Adik korban, Syamsul Rizal, menuturkan bahwa pihak keluarga sebenarnya sudah mengingatkan korban agar tidak turun ke air karena sempat mengeluh kurang sehat. Namun, korban tetap memutuskan untuk berenang mengenakan jaket pelampung (life jacket).

"Sudah diingatkan untuk tidak berenang, tetapi tetap turun ke laut. Diduga masker snorkeling sempat terlepas saat di air," ujar Syamsul, Rabu malam.

Advertisement

Tak lama berselang, korban ditemukan mengapung tidak sadarkan diri. Petugas pendamping bersama keluarga segera mengevakuasi korban menggunakan perahu cepat (speed boat) menuju Dermaga Ketapang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Komandan Kapal Ketapang Satpolairud Polres Pesawaran Bripka Ariansah menjelaskan, upaya penyelamatan terus dilakukan di dalam ambulans menuju rumah sakit. Petugas sempat memberikan bantuan oksigen serta tindakan resusitasi jantung paru (RJP).

"Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis di RS Restu Bunda, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk diberangkatkan ke Tangerang sekitar pukul 17.30 WIB," kata Ariansah mewakili Kasat Polairud Polres Pesawaran Iptu Jumari.

Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi maupun visum dan telah menandatangani surat pernyataan keberatan. Kendati demikian, pihak otoritas keamanan laut tidak tinggal diam. Satpolairud bersama Syahbandar Ketapang berencana memanggil agen perjalanan yang membawa rombongan tersebut.

Penyelidikan akan difokuskan pada penerapan prosedur standar operasional (SOP) keselamatan, mengingat korban tetap diizinkan turun ke laut meski dalam kondisi kesehatan yang tidak prima.

Komandan Posbinpotmar Pulau Pahawang Peltu Jas Sumarwan mengimbau para wisatawan untuk lebih jujur terhadap kondisi fisik pribadi sebelum melakukan aktivitas fisik di laut. "Kami mengingatkan agar wisatawan selalu mematuhi imbauan petugas dan pemandu demi keselamatan bersama," tegasnya.

Kejadian di Pahawang ini memperpanjang catatan kelam wisata bahari di Lampung sepekan terakhir. Sebelumnya, Tim SAR Gabungan mencatat empat korban tenggelam lainnya di lokasi berbeda.

Satu korban, Syafiq Sahreza (16), ditemukan meninggal dunia di Pantai Batu Rame, Lampung Selatan, pada Rabu pagi. Sementara itu, tiga wisatawan lainnya, yakni M. Alfareza, M. Fuad Abdullah, dan Aulia Ulwan, juga ditemukan tewas setelah terseret arus di Pantai Mandiri Sejati, Pesisir Barat, pada Selasa (24/3/2026).

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.