Nasional . 27/03/2026, 11:57 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Tak hanya itu, PVMBG juga menetapkan larangan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area ini sangat rawan terhadap lontaran material pijar yang bisa membahayakan keselamatan.
Warga di sekitar gunung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap beberapa potensi bahaya utama. Mulai dari awan panas, guguran lava, hingga aliran lahar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Terutama, daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru menjadi titik rawan. Beberapa di antaranya meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Selain sungai utama, ancaman juga mengintai di anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan. Saat curah hujan tinggi, aliran lahar bisa meningkat dan meluas tanpa peringatan panjang.
Dengan dua kali erupsi dalam satu pagi, aktivitas Gunung Semeru kembali menjadi sorotan. Meski belum ada laporan dampak langsung terhadap permukiman, potensi risiko tetap tinggi.
Karena itu, masyarakat di sekitar wilayah Lumajang dan Malang diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang. Selain itu, mengikuti rekomendasi keselamatan menjadi langkah penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Situasi ini juga mengingatkan bahwa gunung api aktif seperti Semeru bisa mengalami perubahan aktivitas dengan cepat. Jadi, kewaspadaan menjadi kunci utama. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media