Internasional . 27/03/2026, 19:27 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Media yang berafiliasi dengan IRGC, Tasnim, bahkan menyebut bahwa sudah saatnya Iran:
Menarik diri dari NPT
Fokus pada pengembangan nuklir domestik
Langkah ini tentu akan berdampak besar terhadap hubungan Iran dengan dunia internasional.
Salah satu tokoh yang vokal adalah Mohammad Javad Larijani.
Ia secara terbuka mengusulkan agar Iran membekukan keanggotaannya di NPT.
“Kita harus membentuk komite untuk menilai apakah NPT masih berguna. Jika tidak, kita harus keluar,” ujarnya.
Selain itu, komentator konservatif Nasser Torabi bahkan mengklaim adanya dorongan publik untuk memiliki senjata nuklir.
“Kita harus bertindak untuk membuat bom nuklir, atau mendapatkannya,” katanya dalam sebuah siaran televisi.
Yang paling mencolok, isu bom nuklir yang sebelumnya tabu kini mulai dibahas secara terbuka di media Iran.
Fenomena ini menunjukkan:
Perubahan besar dalam wacana publik
Meningkatnya keberanian elite garis keras
Pergeseran arah kebijakan strategis
Hal ini juga mencerminkan tekanan geopolitik yang semakin tinggi di kawasan Timur Tengah.
Jika Iran benar-benar:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media