Menariknya, meski belum ada kesepakatan, pasar global langsung merespons positif.
-
Harga minyak dunia mulai turun
-
Pasar saham global mengalami kenaikan
Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar melihat proposal tersebut sebagai sinyal potensi meredanya konflik.
Namun, para analis mengingatkan bahwa dampak perang tidak bisa pulih seketika. Banyak infrastruktur energi yang telah rusak, sehingga gangguan pasokan masih akan terasa.
Krisis ini bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak era 1970-an.
Meski jalur diplomasi mulai dibuka, laporan terbaru menunjukkan bahwa aktivitas militer masih terus berlangsung.
Serangan rudal dan operasi militer belum sepenuhnya berhenti, menandakan bahwa kedua pihak masih memainkan dua strategi sekaligus: negosiasi dan tekanan militer.
Proposal damai 15 poin dari Donald Trump pada dasarnya adalah paket besar yang menawarkan:
-
Pembatasan nuklir
-
Pengurangan kekuatan militer
-
Penghentian pengaruh regional
Sebagai imbalannya:
-
Pencabutan sanksi
-
Normalisasi ekonomi
Namun bagi Iran, menerima proposal ini berarti mengurangi kekuatan strategisnya secara signifikan. Sementara bagi Amerika Serikat, tanpa pembatasan tersebut, konflik dianggap belum selesai.
Pada akhirnya, masa depan proposal ini bergantung pada satu hal utama: kompromi di tiga isu krusial—nuklir, rudal, dan proksi regional.
Jika tidak ada titik temu, maka proposal ini kemungkinan besar hanya akan menjadi dokumen diplomatik, bukan jalan menuju perdamaian nyata. (*)