Kemungkinan isi proposal:
-
Pembatasan pengayaan uranium
-
Inspeksi internasional fasilitas nuklir
-
Pengurangan stok uranium
-
Pengawasan jangka panjang
Bagi Iran, program nuklir bukan sekadar energi, tetapi simbol kedaulatan dan kekuatan geopolitik. Karena itu, inspeksi internasional—terutama ke fasilitas militer—berpotensi ditolak keras.
Ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam negosiasi.
2. Aspek Ekonomi
Kemungkinan isi proposal:
-
Pencabutan sanksi secara bertahap
-
Akses ke sistem keuangan global
-
Pembukaan ekspor minyak
-
Kerja sama energi
Namun, di sinilah muncul kebuntuan klasik.
Iran cenderung menginginkan pencabutan sanksi di awal, sementara AS biasanya mensyaratkan pemenuhan komitmen terlebih dahulu.
Akibatnya, muncul pertanyaan besar: siapa yang harus melangkah lebih dulu?
3. Aspek Regional dan Militer
Kemungkinan isi proposal:
-
Penghentian dukungan terhadap kelompok seperti Hezbollah dan Hamas
-
Pembatasan rudal balistik
-
Pembukaan jalur Selat Hormuz
-
Pengurangan aktivitas militer di kawasan
Jaringan proksi merupakan strategi utama Iran dalam mempertahankan pengaruh tanpa perang langsung. Jika dihentikan, pengaruh Iran di Timur Tengah bisa melemah signifikan.
Ini menjadi poin krusial kedua yang sulit diterima Teheran.