fin.co.id - Presiden AS Donald Trump mengaku akan memperpanjang tenggat waktu negosiasi nuklir Iran menjadi 10 hari. Salah satu picunya, Teheran mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melewati Selat Hormuz.
Meski ini dianggap sebagai isyarat niat baik, namun ia tetap memperingatkan bahwa AS akan menyerang pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
"Orang Iran meminta saya untuk melakukan itu, dan saya tidak senang dengan mereka. Karena kami membuat pernyataan bahwa kami sedang melakukan negosiasi yang produktif. Saya tidak tahu apakah mereka akan sampai di sana. Mungkin mereka akan sampai. Mungkin juga tidak," kata Trump kepada Fox News dalam sebuah wawancara telepon, Kamis, 26 Maret 2026.
Dilaporkan, Iran meminta perpanjangan tujuh hari, tetapi Trump mengatakan ia memberi mereka lebih banyak waktu "karena mereka memberi saya kapal."
Namun, Trump mengingatkan konsekuensi jika Iran gagal memenuhi tenggat Waktu. "Jika mereka tidak melakukan apa yang harus mereka lakukan, saya akan menghancurkan pembangkit listrik mereka," tegas Trump.
Ketegangan Meningkat Sejak Akhir Februari
Ketegangan regional telah meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran yang telah menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS berada.
Trump mengklaim, bahwa AS telah secara signifikan melemahkan kemampuan militer Iran.
"Kami telah melumpuhkan angkatan laut mereka. Kami telah melumpuhkan angkatan udara mereka, benar-benar melumpuhkan angkatan udara mereka, hampir sepenuhnya melumpuhkan. Kami telah melumpuhkan 154 kapal," kata Trump.
Terlepas dari kehancuran tersebut, Trump mengatakan ketidakpastian tetap ada mengenai kepemimpinan Iran yang tersisa.
"Kita tahu di mana mereka semua berada. Saat ini tidak banyak yang berminat untuk menjadi kepala negara Iran," ujarnya.