fin.co.id - Lembaga kajian maritim, National Maritime Institute (Namarin), mengungkap fakta mengejutkan terkait hubungan militer Indonesia dan Iran.
Pemerintah Indonesia disebut pernah menolak masuk dua kapal perang Iran dalam ajang latihan militer internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-5 yang digelar di Bali pada Februari tahun lalu.
Direktur Namarin, Siswanto Rusdi, menjelaskan bahwa Indonesia awalnya mengundang Iran untuk ikut serta dalam latihan non-perang tersebut.
Menanggapi undangan itu, Iran mengirimkan dua kapal perang:
-
IRIS Dena
-
IRIS Shahid Mahdavi
Kedua kapal tersebut berangkat dari Bandar Abbas setelah memperoleh izin resmi masuk dari Mabes TNI AL dan Kementerian Pertahanan Indonesia.
Pembatalan Mendadak Dua Kali
Namun di tengah perjalanan, pemerintah Indonesia disebut mengirimkan pembatalan undangan—bahkan hingga dua kali.
Menurut Siswanto Rusdi:
-
Pembatalan pertama sempat dicabut karena kapal sudah berada di tengah perjalanan
-
Pembatalan kedua dikirim menjelang kapal memasuki perairan Indonesia
Situasi ini membuat Iran merasa diperlakukan tidak konsisten.
Iran Kecewa, Nilai Indonesia Tidak Netral
Informasi ini diperoleh dari Atase Pertahanan Iran untuk Indonesia, Kolonel Mohammad Reza Movahhed.
Ia menyampaikan bahwa Iran: