Fin.co.id - Di tengah ambisi besar menguasai teknologi Kecerdasan Buatan (AI), raksasa teknologi Meta—induk Facebook dan WhatsApp—mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 700 karyawannya.
Langkah efisiensi ini menyasar berbagai divisi vital, mulai dari unit ambisius Reality Labs, tim Facebook, hingga sektor operasional global, rekrutmen, dan penjualan.
Pemangkasan ini menyusul gelombang pengurangan 10% tenaga kerja yang sudah dilakukan pada awal tahun lalu.
Yang memicu polemik adalah kontrasnya nasib para pekerja dengan jajaran elit perusahaan. Kurang dari sehari sebelum pengumuman PHK, Meta memperkenalkan skema insentif saham baru yang luar biasa mewah.
Para petinggi Meta, mulai dari CTO hingga Chief Legal Officer, berpeluang meraup opsi saham tambahan senilai 921 juta dollar AS atau setara Rp15 triliun.
Bonus ini akan cair jika Meta berhasil menyentuh target valuasi raksasa sebesar 9 triliun dollar AS pada tahun 2031.
"Tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi untuk memastikan perusahaan berada dalam posisi terbaik untuk mencapai tujuan strategis di masa depan," ujar juru bicara Meta dalam menanggapi dinamika internal tersebut.
Versi Mark Zuckerberg, AI Menggantikan Tim Besar
Mark Zuckerberg tidak menutupi fakta kecanggihan AI akan "memakan" peran manusia di dalam kantornya.
Dalam rapat investor Januari lalu, sang CEO menegaskan 2026 adalah tahun transformasi di mana sistem otomatis akan mengerjakan tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan tim besar.
Demi ambisi tersebut, Meta tidak ragu menggelontorkan dana fantastis:
- Belanja Modal AI: Mencapai 115 miliar dollar AS (sekitar Rp1.959 triliun).
- Fokus Utama: Pembangunan pusat data (data center) raksasa dan pengembangan model bahasa besar (LLM).
- Target Valuasi: Menjadi perusahaan 15,37 kuadriliun rupiah dalam lima tahun ke depan.
Meski Meta belum merinci detail geografis dari 700 staf yang terdampak, dokumen perusahaan mengonfirmasi bahwa PHK ini menghantam kantor-kantor pusat di California.
Termasuk wilayah Menlo Park, Sunnyvale, dan Burlingame. Hingga akhir 2025, total tenaga kerja Meta masih tercatat di angka 79.000 orang.
Angka ini diprediksi akan terus menyusut seiring dengan semakin pintarnya algoritma AI dalam mengelola operasional perusahaan.